Kamis, 05 Januari 2017

3d Soto Mbak Lin

Soto ke-4 yang saya coba di Semarang.
Soto mbak Lin ada banyak cabang, kebetulan yang saya coba kali ini yang di belakang Citraland.



Untuk sotonya sendiri, mangkuknya cukup kecil dengan isi berlimpah. Taburan bawang goreng begitu banyak dengan nasi dibawahnya. Rasanya enak.



3c nasi ayam bu wido

Awalnya saya tidak tahu apa itu nasi ayam. Berdasarkan saran teman, saya disuru mencicipi nasi ayam bu Wido di jalan Melati (dekat Jalan Gajah Mada sana)

Warung tenda di pinggir jalan, namun di dalamnya terang dan tersedia meja dan kursi.


Mencoba memesan 1 porsi nasi ayam,


Nasi yang ditaruh dalam daun pisang, dilengkapi lauk suwiran ayam ,kulit sapi dan daging apa ya, diakhiri dengan siraman kuah santan yang enak. (beneran enak lho )
Sayang porsinya agak kecil, jadi perlu makan lebih dari 1 porsi.. hehehehe

Harga sekitar 9000 klo ga salah


Rabu, 04 Januari 2017

3b Soto Selan

SOTO SELAN

Salah satu kedai soto yang saya suka di Semarang. Merupakan rekomendasi dari teman-ku yang orang semarang asli. Terletak di Jalan Depok dan buka dari pagi.
Kedai ini ramai sekali, padahal aku datang sekitar jam 7:30 pagi.  Suasana cukup santai dan sejuk.
Langsung saja aku pesan 1 mangkok soto. (dan ternyata nasi nya sudah di dalam mangkuk soto)


Soto yang lezat (apa karena lagi laper belum sarapan ya), berasa rasa kari ayam yang alami dengan suwiran ayam dan bawang putih goreng yang khas. Total 13.000 untuk soto dan teh tawar,
Saya suka suasana rumah makan ini yang cukup ramai, ramah dan adem ditambah makanan yang lezat tentu saja. Sayang saya tidak bisa berlama-lama disini, karena sudah ada orang lain yang datang untuk makan dan ingin menempati meja saya.. hehehehe

3a Soto Bangkong

SOTO BANGKONG

Saya menemukan soto ini saat ngobrol dengan supir angkot di perempatan bangkong.
Saya  : Pak, Bangkong artinya apa ya?
Supir :  Ngga ada artinya, cuma merujuk ke rumah makan Soto yang disana
Saya  :  hah, yang bener pak? ada Soto yang namanya sampe diabadikan jadi nama perempatan
Supir :  Iya. Soto itu memang terkenal. Cobain aja
Saya  :  Ok pak, saya turun di lampu merah ya. Terima kasih



Reputasi Soto Bangkong memang tidak diragukan lagi. Namun kesan pertama saya kesana :
1. Dari jalan raya, tempat makan ini terlihat agak gelap di dalam
2. Masuk kesana, pelayan yang ada cukup banyak dan siap melayani, namun cara menawarkan menu dan menjawab agak ketus.
3. Saya mencoba memesan SOTO AYAM yang terkenal itu. Pelayan dengan baik menawarkan "nasinya mau dicampur atau dipisah?" Ini satu-satunya soto yang menawarkan saya pertanyaan seperti ini selama saya di Semarang. (sangat pengertian sekali). Soto nya memang enak sih. Berasa campuran bihun, bawang putih, ayam dan kaldunya.


Total habis sekitar 20ribuan untuk nasi dan soto ayam. 



4a [ASK]Kenapa ada 2 stasiun kereta api di Semarang yang jaraknya berdekatan ?

[ASK]Kenapa ada 2 stasiun kereta api di Semarang yang jaraknya berdekatan ?
FYI: Antara stasiun tawang dan stasiun Poncol, jaraknya hanya 1,7 km. 


Mungkin sebagian besar warga semarang juga tidak tahu jawaban-nya, karena memang stasiun ini sudah ada sejak dulu.
Untuk menjawab petanyaan ini, saya sampai survei ke Museum Kereta Api Ambarawa dan Lawang Sewu dengan menyewa guide pula.  ( ternyata jawaban nya ada di Lawang Sewu )

Intinya : Dahulu (sekitar tahun 1800-an), di Semarang ada 3 perusahaan kereta api swasta Belanda yang besar. Masing-masing perusahaan kereta api ini MEMILIKI STASIUN KERETA SENDIRI dan jalur kereta sendiri. Dan mereka ga mau ngeshare stasiun dengan perusahaan yang lain. Dan pada waktu itu, lokasi yang paling strategis buat bikin stasiun ya yang deket kota lama sana, makanya semua perusahaan pada mendirikan stasiun di dekat sana semua. 

  Perusahaan tsb adalah :
1. NIS - Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij
    Memiliki stasiun SAMARANG GUDANG dan Stasiun Semarang TAWANG

2. SIS - Semarang-Joana Stoomtram Maatschappij
    Memiliki stasiun JUMATAN (Central Station)

3. SCS - Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij
     Memiliki stasiun Semarang PONCOL  dan stasiun PENDRIKAN

Setelah Indonesia merdeka, perusahaan kereta api belanda ini di-nasionalisasi oleh pemerintah RI. Jadinya tuh kelima stasiun itu menjadi punya PT KAI. So, di Semarang jadi ada beberapa stasiun kereta api peninggalan Belanda yang letaknya berdekatan, yang harus diurus oleh PT KAI. 

kesimpulan jawaban-nya : "karena dapet warisan stasiun lama, bukan karena mau bikin seperti itu"

___________________________________________________________________
Jadi sebenarnya, dahulu di Semarang ada 5 (LIMA) stasiun kereta api yang letaknya berdekatan. (agak terkejut sih, pas tau fakta ini). Dari 5 Stasiun itu, sekarang hanya tinggal 2 yang masih ada, yakni stasiun PONCOL dan TAWANG. 
(mungkin kalau stasiun tawang sering banjir terus, lama-lama bisa punah juga :(  )

Alasan 3 stasiun lainnya punah karena :
1. St. Samarang Gudang => Karena penurunan tanah dan sering banjir, akhirnya stasiun ini kalah oleh jaman dan makin tertimbun dibawah tanah. Sekarang stasiun ini sudah menjadi tambak.  Lokasinya di daerah tanjung mas

2. St. Jumatan => Ditutup pada 1974 untuk efisiensi. Smua rute yang melalui stasiun ini dipindah ke St Tawang. Lokasinya di Kota Tua, beberapa ratus meter di selatan St. Tawang. Sekarang sudah menjadi pertokoan.

3. St Pendrikan => di tutup sekitar tahun 1914 oleh SCS, untuk digantikan dengan St. PONCOL yang lebih baru. Smua rute St Pendrikan dialihkan ke St Poncol yang baru di resmikan pada Juni 1914. Lokasinya di dekat Pertigaan Jl. Indraprasta, Jl.Imam Bonjol dan Jl. Piere Tendean.




sumber :
Lawang Sewu + Guide
https://id.wikipedia.org
http://seputarsemarang.com/jalur-kereta-api-pertama-di-indonesia-stasiun-di-semarang/

Minggu, 01 Januari 2017

2r Pekojan - Gang Lombok - Ps.Johar Lama

Sebenarnya ini bukan objek wisata, hanya rasa penasaran penulis saja untuk mengeksplor daerah ini.

A. Jalan Pekojan

Ada banyak jalan menuju klenteng TayKakSie di Gang Lombok, namun pada umumnya orang melalui Jl. Pekojan.  Jalan Pekojan ini hanya satu arah dan tidak begitu lebar. Ditambah orang biasa memarkir kendaraannya dipinggir jalan yang sempir ini. Sepanjang jalan Pekojan ini isinya toko material bangunan semua mulai dari toko cat, keramik, besi, dll.
Penulis melalui jalan ini di hari sabtu siang yang panas dan macet. (kurang tahu juga ya, klo hari lain macet ngga ya.)  Jalan Pekojan ini mengingatkan penulis seperti jalan pinangsia di Jakarta yang terletak di belakang Glodok.




B. Jalan gang lombok
Dari pertigaan Pekojan, masuk 10meter ke gang lombok, sudah langsung terlihat Lunpia gang Lombok.

Jalan Gang Lombok tidak begitu lebar, Mungkin hanya cukup untuk masuk 1 mobil.
Di sebelah kiri jalan ini, ada kali yang lebarnya sekitar 10meter.
Penulis mencoba menyusuri jalan ini sampai ujung nya di pasar Johar.
Jalan selebar mobil ini aslinya panjang hingga ke pasar Johar (apalagi klo liat dari googlemap), namun kenyataannya setelah 100meter dari Klenteng TayKakSie, jalanan aspal selebar mobil ini seolah habis, karena dari sana sudah memasuki jalanan kampung berpaving blok, yang dikanannya banyak rumah warga dan di depannya banyak motor / jemuran warga.


Bangunan disini walau letak nya tidak rapih-rapih amat, namun lingkungan nya bersih dan asri; disamping kali selalu ada pohon besar yang lumayan rindang biar ga kepanasan.


Untuk kali di samping jalan ini, walau ga jernih-jernih amat, tapi saya cukup puas karena gak terlalu banyak sampah. Airnya berwarna hijau agak kebiruan ala hijau tosca gitu (ga tahu juga kenapa bisa berwarna seperti itu)



Diujung jalan, akhirnya sampai juga saya ke pasar. Pasar Johar Lama.

C. Pasar Johar Lama
Menurut info yang saya dapatkan dari tukang ojek, Pasar ini sudah pindah, karena yang disini sempat terbakar beberapa tahun yang lalu dan belum direnovasi lagi. Tempat ini tetap ramai, karena di sebarang pasar yang terbakar ini ada gedung besar yang menjual baju-baju.
Pedagang kaki lima juga ada di sepanjang jalan ini

  




2q Klenteng Tay Kak Sie

Klenteng Tay Kak Sie (Kuil Kesadaran)



Perhatian: Klenteng adalah tempat beribadah umat Kong Hu Cu. Walaupun kamu bukan umat kong hu cu, kamu tetap bisa kemari, dengan tetap RESPECT dan menghormati tempat ibadah agama lain.


Klenteng Tay Kak Sie terletak di jalan gang lombok. Luas areanya tidak sebesar Klenteng Samp Poo Kong, dan terlihat ada 2 bangunan besar (bangunan tua dan bangunan baru) yang diatap kedua bangunan tsb ada ornamen naga nya.



Mohon maaf, bangunan kiri yang rada tua itu aku lupa tanya namanya apa, Ada lisplang nama bangunan nya sih di dalam, tapi ditulisnya pakai bahasa china (dan saya ga ngerti juga.. hehehe)
Di dalamnya ada tempat pemujaan dewa juga. Buat yang mau sembahyang, bisa beli dupa di sini



Bangunan baru dengan atap biru dan naga hijau di atap nya, tentu saja yang dimaksud dengan Klenteng Tay Kak Sie.  Meskipun lebih kecil dibanding SamPooKong, namun menurut saya, klenteng ini memiliki ornamen yang lebih menarik.



So, hal yang bisa dilakukan disini adalah foto-foto saja. (dan makan lumpia gg.Lombok yang berada  disamping nya.. hehehe)

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Menurut sejarah, klenteng Tay Kak Sie dibangun di jalan Gang Lombok ini sejak 1771. ( Sebelumnya di sekitar Jalan Gang belakang [1724-1771]. Klenteng ini dibangun disini karena para masyarakat Tionghoa yang kebanyak bermukim di Pecinan merasa terlalu jauh untuk pergi ke Klenteng Sam Poo Kong.
FYI: Jarak dari Pecinan (sekitar jalan Pekojan) hingga Klenteng SamPooKong, itu sekitar 5 km jika ditarik garis lurus. Jadi kebayang kan pada tahun itu jika mereka mau ke SamPooKong, mereka perlu berjalan kaki sekitar 5 km.

sumber